Rabu, 25 September 2013

Cinta Si Kutu Buku

namaku fauzan ,teman-temanku sering memanggilku ojan si kutu buku ,ya mungkin karena aku sering menghabiskan waktuku di perpustakaan sekolah ,dan tampilanku yang menurut teman-temanku culun ini semakin memperjelas imageku sebagai kutu buku .

saat itu aku duduk di kelas 2 SMA swasta di kota bandung ,sebelumnya kehidupanku selama ini datar-datar saja tak ada yang istimewa ,tetapi semenjak dia datang dalam kehidupanku , seakan-akan mengubah hidupku yang membosankan ini menjadi lebih berwarna , ya! siswi baru itu ! pertamaku melihatnya seakan dia selalu menarik perhatianku ,wajahnya yang cantik ,dengan tubuh yang tinggi ,kulit yang putih merona ,rambut yang tergerai dengan indahnya , di tambah aksesoris lucu yang menghias rambutnya itu membuatku tak bisa melepaskan pandanganku terhadapnya ,sampai tiba-tiba temanku menarik tanganku "ojan ayo kita ke kantin , aku laper nih" katanya , dia teman perempuanku yang sama hobi membaca buku sepertiku ,namanya dina , " ah kamu bikin kaget saja" jawabku " kamu sih ngelamun aja ,ngelamunin apa sih , aku yah??hehe" katanya sambil tertawa kecil , " ngelamunin kamu? ga usah yah :p ,yuk katanya mau ke kantin"
balasku

Bel sekolah telah berbunyi , saatnya untuk pulang , tapi tidak bagiku dan dina , sebelum pulang kami selalu menyempatkan pergi ke perpustakaan sekolah untuk sekedar membaca dan meminjam buku , penjaga perpustakaan pun sudah tak asing dengan kami ,setelah cukup lama kami di perpus ,aku pun memutuskan untuk pulang ,kulihat di lapang sekolah masih ada anak-anak ekskul futsal ,dan eehh! dia ada disitu , ya! siswi baru itu ,dia sedang asik menonton aksi anak-anak ekskul futsal bersama 2temannya ,kulihat dari kejauhan dia amat senang ,cantiknya... "gila tuh ya anak futsal , panas bgt kyk gini tetep maen" kata dina ,"ojaannn! " dia memanggilku dengan nada yang tinggi , "eh iya kenapa din?" jawabku "kenapa sih kamu ,di ajak ngomong malah di cuekin" jawabnya kesal dengan mukanya yang kali ini cemberut "aduh ngambek cie ,ngambek nih ceritanya " aku menggodanya sambil mengelitikinya "apaan sih ojan , geli dong!" katanya , aku lantas saja berlari kabur darinya , "hey! kutu buku jgn kabur lo!"

malamnya seperti biasa ,aku mengerjakan pekerjaan rumahku , sambil membaca-baca buku yang ku pinjam dari perpus tadi ,pada buku tertulis kata " olahraga" , seketika saja ku ingat kejadian siang tadi , perempuan yang belum ku ketahui lebih tepatnya , mungkin dia menyukai olahraga futsal makanya dia menonton futsal tadi ,dalam benakku kenapa aku tidak ikut ekskul futsal saja yah agar ku bisa dekat dengan dia ,tapi aku kan gabisa maen futsal ,gimana dong??

besoknya di sekolah saat jam istirahat seperti biasa aku dan dina ada di perpustakaan , aku membuka percakapan " din , gimana klo aku ikut ekskul futsal?" "hah ? yang bener aja jan , kamu kan gabisa maen futsal ,pelajaran olahraga kamu juga jeblok" jawabnya "iya sih tapi apa salahnya mencoba" kataku lagi " SALAH BESAR!!" katanya dengan nada tinggi "suuuttt , ini perpus nyet ,jangan berisik"jawabku "kalo kamu maksain tuh ekskul yang ada kamu di bully sama mereka ,apalagi sama Redi cs" katanya , iya! Redi cs adalah sekelompok murid populer di sekolah , mereka selalu mem-bully siswa-siswi yang menurut mereka culun , "dan kenapa kamu tiba-tiba jadi pengen masuk tuh ekskul hah ?? aneh tau ga" tanyanya "ya gapapa aku cuma pengen aja" ,bel masuk kembali berbunyi saatnya kami tuk masuk kelas lagi tapi saat aku mau keluar ,aku hampir saja bertabrakan dengan seseorang ,dia adalah siswi baru itu , cantik sekali di lihat dari dekat " permisi , maaf " sambil melanjutkan langkahnya ke dalam "iya silahkan" ,aku yang masih bengong terkejut oleh tarikan dina "ayooo!"

setelah pertemuan di perpustakaan itu , aku jadi sering memikirkannya sering sekali aku tertangkap sedang melamun , entah itu di kelas , saat bersama dina , maupun di rumah . Aku kira aku memang sedang jatuh cinta ,darisitu aku membulatkan tekadku, mengumpulkan mental dan keberanianku untuk gabung dengan ekskul futsal .

Siang itu setelah bel pulang berbunyi , aku di ajak dina " yu ke perpus " "ah engga ah aku mau futsal nih " jawabku " ga salah mau ikut futsal ,jadi kamu beneran mau gabung ?" "iya dong " . aku pun mendekati pelatih ekskul futsal sekaligus guru olahragaku itu dan meminta ijin untuk masuk futsal ,memang guruku tidak percaya dan sempat menertawakanku ,tapi akhirnya dia mengijinkanku . kulihat dia yang sekarang ini aku tahu namanya Indah ,ya! sama seperti orangnya indah. ini giliranku untuk berlatih ,karena memang aku tidak bisa bermain , aku sering kehilangan bola dari operan temanku  "ah gimana sih lo! jadi kebobolan nih!" salah satu anggota tim ku memarahiku " , lanjut permainan di mulai lagi , rasanya mataku ini selalu ingin melihat Indah ,dan berharap dia menyemangatiku ,seperti dina yang daritadi berisik ,meneriakiku dan menyemangatiku , dan ehh! Redi mendekati Indah , mereka berpegangan tangan , apa-apaan ini ! pikiranku berkecamuk ,aku memutuskan untuk berhenti bermain dan pulang . "kamu kenapa jan ,tiba-tiba gitu ?" aku tak menjawab satupun pertanyaan yang di layangkan dina padaku . Terlalu sakit ..

beberapa hari ini aku sering melihat Redi dan Indah jalan bareng di sekolah , pulang pun bareng , rasanya sakit hati ini melihat mereka berdua ,tapi kenapa ? memangnya aku siapanya dia??.kini sebulan sudah dari sejak ku melihat kejadian di lapangan futsal itu , saat aku dan dina sedang berada di perpustakaan , tiba-tiba ada seorang perempuan yang menarik perhatianku padanya , ya! siapa lagi kalau bukan Indah , dia telihat sedang mencari buku pada salah satu rak buku di ruangan ini ,astaga ,melihatku dan sepertinya akan menghampiriku ,langsung saja ku tutupi mukaku dengan buku yang sedang membaca dan pura-pura kembali membaca "maaf ,tahu buku fisika kelas 2 jilid 4 engga ?" tak kusangka di bicara padaku "emm itu.. emm.. itu di.. di rak ke" "di rak ke tiga paling atas" potong dina ketus "ooh iya makasih " dia pergi mengambil buku itu , sekali lagi jantungku di buat berdegup kencang ketika dia "emm boleh gabung ngga ?" aku mengangguk mengiyakan ,dan dia pun duduk di sebelah kiriku , kembali dia membuka percakapan "kalian lagi baca apa ?" belum sempat ku menjawab dina bilang " ya baca buku lah ! , jan ke kantin yu ah , bete disini" kata dina "eh aku belum beres , lagian bentar lagi juga bel masuk" jawabku "ah yasudahlah aku bosen disini" katanya ketus dan pergi begitu saja ." maaf yah indah , dina emang suka gitu tuh" kataku pada indah "ohiya gapapa ko" jawabnya sambil tersenyum ,"eh jan , ini gimana sih materi yang ini aku gak ngerti nih ?" tanyanya padaku baru saja aku mau menjelaskan tiba-tiba "hai indahku , lagi apa ?ayo ke kantin yu" Redi tiba-tiba datang menghampiri kami "ngapain sih kamu kesini , aku lagi sibuk!!" jawab indah "udahlah nanti itu tugasnya aku minta orang lain aja suruh kerjain buat kamu atau ngga suruh aja tuh si cupu buat ngerjain " balasnya "engga!! " "ayolaaaah" ajak redi sambil menarik tangan Indah ,tapi tetap saja Indah tidak mau ,Redi memperlakukan indah dengan kasar "ayo!" "hey! kalau sudah tak mau jangan di paksa!" entah ada angin apa tiba-tiba aku menjadi berani seperti itu pada Redi "oohh ,jadi si kutu buku ini mau jadi pahlawan "sambil tangannya mengangkat kerah seragamku "redi! lepaskan dia red! " kata indah padaku "ini pelajaran buat orang yang so so jadi pahlawan" "BUUKK" tinjunya tepat di mukaku seketika aku terjatuh darah dari hidungku pun mengalir "kamu jahat!" kata Indah pada Redi "mulai sekarang kita PUTUUSS!!" Indah membantuku untuk bangkit "okey kalo kamu mau seperti itu ,dasar perempuan murahan!" katanya sambil pergi keluar
"ayo jan ,kamu harus ke uks ,kamu harus di obati , dan maafkan kelakuan Redi ya jan " kata Indah "ah sudah biasa seperti ini" jawabku ,aku di bawanya ke uks dan dia obati aku , "terimakasih ya indah ,ternyata selain kamu cantik ,kamu baik juga" dia hanya tersenyum

Bel pulang sudah berbunyi kali ini aku tak mampir ke perpus karena ingin cepat sampe rumah ,seperti biasa bersama dina sahabatku ,"kalau aja kamu ikut aku pas tadi di perpus kamu gaakan kayak gini kan!" ,"ini semua gara-gara cewek itu!" ,kulihat di depan gerbang ada Indah "hai jan ,mau ngga pulang bareng aku ? emm sebagai ucapan maaf aja , aku ngerasa bersalah atas kejadian tadi " "tapi aku biasa pulang bareng dina ,gimana yah" jawabku "yaahh padahal aku gaada yang jemput" katanya mengeluh "kenapa kamu ga pulang sama si cowo paling populer itu tuh"masih saja dina ketus pada indah "hey jangan gitu dong sama indah ,dia tuh yang tadi nolongin aku" kataku " hah? gasalah nolongin? bukannya gara-gara dia yah kamu jadi kayak gini , yaudahlah aku naik angkutan aja " dina bilang seperti itu dan pergi "kayaknya gara-gara aku hubungan kalian jadi rusak deh" kata indah "ah dia mah kalau marah kayak gitu paling ntar juga balik lagi" jawabku

aku pun pulang dengan motorku bareng Indah perempuan yang selama ini aku sukai ,ku masih tak menyangka bisa sedekat ini "jan ,sorry yah atas semuanya " katanya " gapapa ko ndah ,lagian udah ngga sakit lagi ko" jawabku "bukan itu " "lantas??" tanyaku " soal dina aku tak enak padanya , sepertinya dia tak menyukaiku berada bersama kalian " timbalnya ,sebenarnya akupun sadar akan hal itu ,aku diam saja . "eh jan aku laper nih , makan siang dulu yuk di tempat ramen favorit aku , ramen nya enak loh disana " katanya "emm gimana yah ," "udahlah aku yang traktir deh , ayolaaah jan ,yah " akupun mengiyakan dan segera menuju tempat makan yang Indah tunjukan , setelah kami selesai makan kami pun segera pulang ,kini ku tahu rumahnya ,ternyata dia memang anak orang berada , rumahnya besar , " makasih yah ojan udah mau nganterin aku , aku seneng sama kamu , dah hati-hati yah " aku hanya bisa terdiam mendengarkannya ,aku pun merasakan rasa yang sama . setelah itu kami sering sekali jalan berdua ,aku merasakan suatu rasa yang di beri nama nyaman , ya! aku nyaman ada di dekatnya , dia yang selalu membuatku bisa tersenyum .

Kulihat dina sedang melamun di koridor sekolah ,memang kini aku jarang bersam-sama dia lagi , entah
kenapa dia sekarang menjauhiku "hai din ,ngelamun aja ,ngelamuni apa nih?" sapaku "eh kamu jan ,engga ko ,oiya mana indahnya ?biasanya kamu bareng sam Indah terus " jawabnya " ooh dia gamasuk hari ini katanya dia ada urusan keluarga " "emm din , kenapa sih kamu sekarang kayak yang ngejauh gitu dari aku ?" tanyaku "gapapa ko jan nyantai aja , oiya kalau ada waktu besok malem kamu sama Indah dateng kerumah aku yah ,ada yang mau aku omongin penting , udah dulu yah jan mau masuk kelas ,bye"

Aku dan Indah kini sudah berada di depan rumah dina , "hai Indah ,hai ojan , ayo sini " ,kami bertiga duduk di teras rumah "gimana kabarnya kamu ndah ?makin cantik aja deh kamu " ,"baik din ,kamu juga yah "jawab indah , aku merasakan ada hal yang aneh dengan sikap dina saat itu . "jadi apanih yang mau di omongin din ?", "ih meni gitu kamu mah ojan tenang atuh" ,sudah cukup lama dina berbasa-basi akhirnya dina mulai menjadi serius "heh ,ndah ,jan lo pernah denger ngga , orang yang cintanya tak tersampaikan atau di tolak ,dia nekad bunuh orang yang nolaknya biar orang itu ga di miliki orang lain ??" kata dina berbisik pada ku dan indah . seketika aku dan indah seakan menyadari yang akan terjadi selanjutnya "maksudmu din ??" kataku cemas "tidak ,apa kalian pikir aku akan membunuh kalian hah? hahaha" jawabnya ,dia seperti hilang akal sehatnya dan tiba-tiba dia mengeluarkan sebilah pisau yang ternyata dia sembunyikan dari balik badannya ,aku dan indah sontak langsung menjauh dari dina "hei din ,tenang semuanya bisa di omongin baik-baik ,kamu salah paham din " "salah paham apa! jelas-jelas kalian menjalin hubungan di balik semuanya!" "hei dina , please din jangan kayak gini ,kita gaada hubungan apapun hanya sebatas teman udah itu aja" kataku berusaha menenangkan , dan tiba-tiba dia melemahkan aksi berontaknya dan tiba-tiba menangis "aku suka sama kamu  dari dulu jan sebelum dia dateng , aku sayang kamu jan , aku cinta kamu..." ,"lebih baik aku mengakhiri hidupku ini.." dia mengarahkan pisau yang di pegangnya ke pergelangan tangannya dan "dinaaa jangaann!!" dan semuanya terlambat , darah terlanjur mengucur , dina jatuh tak berdaya , aku dan Indah segera membawanya ke rumah sakit terdekat ,kami menunggu dengan amat cemas ,aku yang terus berusaha menghubungi orang tua dina yang sedang pergi ke luar kota tak kunjung menemukan titik terang , hingga akhirnya dokter keluar dari ruangan dimana dina di rawat ," gimana keadaannya dok?!"tanyaku "mba dina masih belum sadar ,dan mba dina sangat membutuhkan pendonor karena stok darah A kami tinggal sedikit" kata dokter ,"golongan darah saya A ko " kata indah , "ndah kamu yakin?" ,"yakin ! ayo cepat dok" ,baiklah kalau begitu mba kami periksa dulu "
setelah menunggu lama ,akhirnya indah keluar juga , dan kami pun kini diperbolehkan untuk masuk ke ruangan dina , dina masih belum sadarkan diri "din kenapa sih kamu jadi kayak gini ,aneh tahu ga?"kataku  ,tiba-tiba aku melihat tangan dina bergerak "ehh! dina siuman!" aku lekas memanggil dokter dan dokterpun segera memeriksanya , setelah itu , tiba-tiba indah memegang tanganku dan tangan dina ," maaf yah gara-gara aku ,persahabatan kalian jadi ancur , sekarang aku mau kalian bareng-bareng lagi , aku ikhlas " indah menyatukan tangan kami."mungkin ini yang namanya cinta tak harus memiliki" lanjutnya "tapi ndah ,," , "sudahlah jan ,aku juga mau pindah sekolah ,aku disuruh melanjutkan sekolahku ke amerika oleh ayahku " ,indah pun pergi meninggalkan kami berdua , setelah itu aku dan dina kembali bersama-sama lagi , semakin kesini aku dan dina saling melemparkan perhatian satu sama lain , ku tak mengerti kenapa seperti ini , dan aku rasa dina menjadi sosok yang lebih dewasa , dan kini ku menyukainya , ya! kami menjalin hubungan sebagai pacar bukan hanya sekedar teman , kini ku mengerti kedatangan Indah di kehidupan ku dan dina hanya untuk membuat kita menjadi seorang yang lebih dewasa dalam menghadapi masalah ,dan tentu menjadi pribadi yang lebih baik :)) 



Sabtu, 21 September 2013

Irene - Part II

Ketika aku berjalan untuk meminta pertolongan pada tetangga ,tiba tiba saja di tengah jalan ada sekelompok anak remaja yang nongkrong di depan warung ,mereka menggoda ku "hai anak manis ,mau kemana??" aku tak memperdulikan mereka dan terus berjalan , tiba-tiba saja mereka membekap mulutku dan membawaku entah kemana ,aku didudukan dan diikat pd sebuah kursi ,mereka menyiksaku ,aku hanya bisa menangis saja ku tak tahu aku dimana dan kejahatan mereka yang membuat tubuhku terasa sakit ,mereka menyundutku dengan rokok yang mereka hisap , mereka memukulku hingga ku tak sadarkan diri ,entah bagaimana dalam alam bawah sadarku aku teringat akan kakek ,aku harusnya sekarang sedang menemani kakek yang sedang sakit dan merawatnya .
Ketika ku sadar , tubuhku sudah tak terikat lagi , ya! aku tergeletak begitu saja dalam ruangan pengap ini ,rasanya remuk semua tubuhku ini ,tangan dan kakiku penuh dengan luka memar dan banyak sekali luka bekas sundutan rokok ,akupun berjalan tergopoh keluar untuk mencari bantuan , ku berjalan terus dan meminta pertolongan ,dalam benakku hanya memikirkan kakek di rumah ,kumelihat di depan ku ada sebuah rumah yang cukup besar ,aku menghampirinya dan berharap penghuni rumah itu mau menolongku . "tok tok tok!" terbukalah pintu itu ,terlihat seorang pemuda dan bertanya "iya ,siapa yaa? ada perlu apa?" "tolong aku ,aku di culik dan disiksa oleh sekelompok remaja "jawabku "rumah mu dimana ?"tanyanya lagi , kujelaskan semuanya kini ku tau pemuda tampan itu bernama dito , setelah ku bercerita padanya dia pun berniat baik akan mengantarkan ku pulang menggunakan mobilnya , ternyata aku dibawa ke tempat sejauh ini oleh mereka yang tidak bertanggung jawab itu ,
Hatiku mulai merasakan hal yang tidak enak ,karena mengapa terasa lama sekali aku di perjalanan ,selama dalam perjalanan aku bertanya terus pada dito , "apa ini masih jauh ?" dia hanya menjawab "sebentar lagi" ,kulihat langit sudah mulai gelap dan aku belum sampai rumah kakek , hatiku semakin tidak enak ,dan tiba tiba dito memberhentikan mobilnya di suatu tempat yang tidak kukenali ,dia bilang "kau tunggu disini saja" diapun berjalan menuju ke sebuah rumah dan mengobrol dengan penghuni rumah itu di terasnya , ku tak tahu apa yang sebenarnya mereka bicarakan ,tak lama kemudian dia kembali bersama dengan pria penghuni rumah itu , pria itu mengatakan "anak yang manis "sambil tangannya megelus rambut panjangku ,dia ikut dengan kami dan tak lama aku diturunkan di lampu merah dan aku di suruh meminta-minta ,aku yang tak mau melakukannya berontak dan berteriak "AKU TIDAK MAU!! , TOLOONNGG!! " dengan sigap dito dan pria itu membekapku ,dan membawaku kembali masuk mobil dan dito menancap gas mobilnya , warga yang saat itu melihatku ,langsung saja mereka mengejar mobil yang sedang membawaku ini , samar-samar ku mendengar suara sirine polisi ,pemuda bernama dito yang awalnya ku kira akan berniat baik padaku ternyata dia jahat padaku kini membawa mobilnya ugal-ugalan karna di kejar polisi ,dia seakan-akan hilang kendali atas mobilnya , hingga mobil yang kami tumpangi itu menabrak pembatas jalan dan terjungkil aku tak sadarkan diri ,sampai mendengar suara banyak orang ketika ku melihat aku masih ada dalam mobil itu ,samar samar aku mendengar suara kakek yang memanggilku "ireneeee , ireneee jangan tinggalkan kakek irene !!" ya! itu benar benar kakek ,aku berusaha untuk berteriak sekuat tenagaku walau rasa sakit yang kurasakan saat ini amat sangat tersiksa "kakeeek!" teriakku lemah , hingga tak berapa lama aku berhasil di selamatkan oleh tim penyelamat polisi , di pinggri jalan di samping pohon dekat mobil polisi itu aku melihat kakek , aku amat senang ketika itu , aku langsung berlari menghampiri dia tanpa memperdulikan kaki kiri ku yang pincang karena terjepit di mobil tadi , langsung saja kupeluk kakek dengan erat seakan akan tak ingin melepaskannya , kulihat kakek meneteskan airmatanya dan mengatakan " maafkan kakek ya nak " emosiku pun tersulut sehingga tak bisa menahan airmata ,aku menangis di pelukannya "maafkan irene juga kakek ,irene ninggalin kakek tadi" jawabku polos ,setelah itu itba-tiba aku di bawa oleh tim medis ke mobil ambulance dan mereka segera membawaku ke rumah sakit ,aku berteriak "kakek !,kakek ! itu kakekku !" namun kulihat kakek hanya terdiam diri dan tersenyum padaku ,ketika aku sampai di rumah sakit aku terus berteriak "kakek!" setelahku dibawa ke UGD aku tak sadarkan diri karena di bius ,ketikaku sadar ku bertanya pada suster "kakek irene mana?" suster itu menjawab "kakek yang mana dek ?" "tadi irene lagi meluk kakek di tempat irene kecelakaan trus irene dibawa kesini"jawabku , "yasudah nanti kita anter irene pulang yah"
Ketika ku sudah di perbolehkan pulang oleeh dokter , aku diantarkan oleh orang rumahsakit ke rumah kakek ,ketikaku sampai aku terkejut kenapa banyak orang di rumah kakek ,dari rumah ada seorang wanita yang berlari sambil menangis  kearahku ,ya! itu tetanggaku yg tadi pagi aku mau minta pertolongannya , "kakekmu ne ,kakekmu " dia mengatakan itu sambil terus menangis , "ada apa dengan kakek? kakek baik-baik saja kan?" tiba-tiba saja persaanku tidak enak , langsung saja aku berlari masuk ke rumah , dan betapa terkejutnya aku melihat kakek sudah terbaring kaku tak bernyawa ,sontak langsung ku peluk dia dan berteriak "kakeeekkk!! , jangan tinggalin irene kek ,ayo bangun kekk!!" suara tangisanku seakan mengisi seluruh ruangan ,tak bisa ku bendung airmata ini ,orang-orang yang melayat saat itu mencoba menenangkanku , tapi percuma saja ,aku sangat menyayangi kakek ,hanya dia yang merawatku dari kecil ,dia sosok yang sangat kuat ,aku tahu sebenarnya sepeninggal nenek dia yang berusaha hidup dan menghidupiku sendiri .
Prosesi pemakaman dan sebagainya telah selesai dilakukan , aku sangat terpukul kehilangan kakek ,kini aku dirawat oleh tetanggaku bu eni ,aku bertanya pada bu eni " bu kakek meninggal kenapa ?apakah sepulang dari tempat kecelakaan ku malam kemarin ?" bu eni heran "haa? tempat kecelakaan malam kemarin ? KAKEKMU MENINGGAL SIANG HARI NE" katanya sambil mengelus rambutku , "tapi aku lihat kakek semalam saat aku kecelakaan ,dan aku memeluknya saat itu , KALAU ITU BUKAN KAKEK LALU ITU SIAPAAAA???"

Jumat, 20 September 2013

Tulisan Pertamaku

Mungkin sebagian orang yang membuat blog bingung memposting apa untuk postingan perdananya , ya! ,akupun begitu sedikit bingung untuk menulis apa walaupun di kepala ini rasanya banyak sekali cerita yang ingin kutumpahkan dalam "kertas kosong" ini.
-Perkenalkan namaku Adi , ini isi kepalaku yang akan kutumpahkan